Study Lapang Bahasa Dan Seni : Kenalkan Batik Dan Wayang

Belajar itu tidak hanya di dalam kelas semata. Itulah yang harus dijadikan para guru untuk mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan ilmu. Belajar juga berasal dari pengalaman. Dengan pengalaman inilah para siswa dapat melihat secara lagsung bagaimana sebuah teori keilmuan dapat diaplikasikan. Seperti halnya yang dilakukan oleh para guru rumpun Bahasa dan Seni pada hari Sabtu, 27 Oktober 2018. Para guru-guru ini mengajak para siswa untuk belajar membatik dan menyaksikan wayang di daerah Wukirsari, Giriloyo. Dengan membawa siswa sebanyak 213 siswa yang terdiri dari program MIA dan IIS, para guru umpun Bahasa dan Seni mengajarkan materi keilmuan di lokasi kejadian. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bp. Syarif Hidayat, M.A., selaku ketua panitia Study Lapang rumpun Bahasa menjelaskan bahwa kegiatan ini harus rutin dilaksanakan karena mengenalkan pada anak tentang budaya daerahnya. Adanya budaya menjadikan anak lebih berkarakter dengan perilaku yang lebih luhur. Selain itu para siswa juga bisa menghargai hasil kebudayaan daerahnya.

Setelah tiba di lokasi para siswa diajak untuk membatik. Nampak pra siswa sangat senang dengan kegiatan ini. Meskipun terlihat mereka tampak serius karenan memerlukan kehati-hatian agar lilin batik tidak mengenai anggota badan. Setelah kegiatan membatik, para siswa diajak istirahat untuk menyaksikan pagelaran wayang kulit mini.

Dari pagelaran ini mereka tampak antusias dan lebih mengerti lagi tentang kesenian daerahnya. Semoga kegiatan study lapang ini bermanfaat bagi para siswa SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta untuk lebih mencintai kesenian dan kebudayaan asli Indonesia. TIM IT

 




Artikel Terkait

Facebook Comment