Sejarah Singkat


Revolusi fisik yang memperjuangkan kemerdekaan tidak sekedar berperang mengangkat senjata melawan penjajah, akan tetapi juga berperang melawan kebodohan. Ada satu contoh konkrit andil Muhammadiyah bagi dunia pendidikan saat itu. Tepatnya Pimpinan Ranting Muhammadiyah Notoprajan, sekitar tahun 1928-1929 telah memiliki/ mendirikan suatu lembaga pendidikan dasar dengan Volk Schol ( Sekolah Rakyat, sekarang SD ). Lembaga ini berkembang dan dikelola terus dengan baik. Akan tetapi api peperangan yang membakar, berkobar memberi dampak kegoyahan pada lembaga ini.

Zaman-zaman merdeka dilalui dengan susah payah sehingga akhirnya Bapak Saring (Alm) bersama rekan-rekannya menawarkan alternatif untuk kesinambungan. Diperoleh suatu kesepakatan untuk mengganti lembaga tersebut dengan lembaga yang lain yang lebih tinggi. Lembaga itu adalah Sekolah Tingkat Pertama SLTP Muhammadiyah 4 (sekarang SLTP Muhammadiyah 3 Wirobrajan ).

Kehadiran SLTP ini berbuntut dengan suatu masalah baru, yaitu, mengenai lulusannya akan ditransfer kemana, sementara SMA Muhammadiyah I dan SMA Muhammadiyah 2 pada waktu itu cukup dibanjiri siswa. Keputusan akhir yang diperoleh adalah mendirikan SMA. Ide cemerlang ini diserahkan kepada panitia pendiri, karena Pimpinan Ranting Muhammadiyah Notoparajan saat itu masih mengalami resesi dalam hal dana.

Panitia pendiri itu dipercayakan pada Bapak Baried Ishom, Bapak Sarwono, Bapak Darmo Wiyono (Alm) dan dibantu Bapak Ishnaton. Mereka inilah yang merintis, mencarikan dana untuk membangun ide mulai tadi.