Di hari terakhir kegiatan KBM di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, seluruh GTK SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta mengadakan kegiatan pengajian Ramadhan dan buka bersama di sekolah. Pengajian Ramdhan dimulai pukul 16.30 diawali dengan tadarus bersama dipimpin oleh wakil kepala sekolah ust. Al Fatih, S.Hum. Sebelum menginjak ke acara pengajian Kepala SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta memberikan sambutan serta informasi persekolahan kepada seluruh GTK sekaligus menjelaskan agenda persekolahan yang akan dijalankan selama menjelang Hari Raya Idul Fitri dan setelah hari raya Idul Fitri 1447 H.
Dalam sambutannya Fitri Sari menjelaskan bahwa SMA Muga harus bertahan dengan tantangan yang dihadapi seiring dengan munculnya sekolah sekolah baru. Maka pergerakan sekolah mau sekokah itu bertahan atau jatuh, yang menentukan adalah GTK sendiri. Fitri mengajak kita harus berpikir secara maksimal agar muncul ide positif dan utamanya adalah fokus dan bertanggungjawab pada jobdesk kita masing- masing. Dari unsur pimpinan selalu diajarkan untuk melaksanakan konsep Al Maun dan bagaimana kapitalis religius diterapkan disekolah amal usaha Muhammadiyah.
SMA Muga sudah berupaya membangun kapitalis religius tersebut, salah satu bentuknya adalah adanya depo air minum yang sudah berdiri.
Fitri menekankan guru harus semangat harus amar makruf nahi mungkar dan Tajdid.Maka sebagai guru harus tahu bagaimana penguasaan siswa siswa kelas medium, atas dan bawah.
Fitri menjelaskan guru harus menjaga tim work yang bagus dan jangan sampai leleh luweh. Setiap guru harus bergerak bersama untuk solid dalam segala hal.
Selain itu Fitri menjelaskan bahwa SMA Muga mendapat kabar gembira, yaitu akan mendapat pendampingan dari PP dan kemdikdasmen dalam Sekolah Model Unggulan.
PP Muhammadiyah juga akan melounching Mandarin Learning Centre dan akan ada kantornya. Pengajarnya adalah orang Tiongkok secara langsung. Mandarin Learning Centre akan membuka les untuk umum juga.
Setelah sambutan kepala sekolah , acara dilanjutkan dengan pengajian inti disampaikan oleh narasumber ibu. Dra Saptarini Istirahayu dengan menghantarkan tema marilah kita bersodakoh disaat lapang atau sempit. Narasunber juga mengajak agar kita disaat puasa mampu mengurangi atau menahan amarah, serta memaafkan kesalahan orang.
Setelah kajian selesai seluruh GTK mengikuti sholat jamaah Magrib dan buka bersama dengan sajian bakso yang hangat serta menyantap Nasi dengan konsep Timur Tengah
Semoga kegiatan pengajian Ramadhan dan buka bersama ini menjadi ajang keakraban, menjalin silaturahmi antar GTK dan menyambut Idul Fitri 1447 H.


EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!