Guru dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta turut berperan aktif dalam pengembangan kompetensi digital pendidikan dengan menjadi pemateri dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pendidik dan Tenaga Kependidikan bertema “Akselerasi Kompetensi Digital Pendidik dan Tenaga Kependidikan: Optimalisasi Papan Interaktif Digital (PID) Menuju SDM Unggul Jogja Smart Province”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 26 Mei 2026 di Ruang Yudistira SMK Negeri 3 Yogyakarta yang beralamat di Jalan R.W. Monginsidi No. 2, Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Yogyakarta.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 guru perwakilan SMA se-Kota Yogyakarta. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Balai Dikmen Kota Yogyakarta, Maryono. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kenyamanan peserta didik di sekolah menjadi salah satu indikator keberhasilan guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Beliau mencontohkan bahwa saat ini banyak siswa merasa betah berada di sekolah hingga sore hari dan jarang membolos. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa siswa merasa nyaman belajar di lingkungan sekolah.
Materi pertama disampaikan oleh RB. Dwi Wahyu B selaku Ketua Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa anggaran pendidikan di Yogyakarta mencapai 28,55% dari total APBD. Selain itu, beliau menekankan pentingnya penguatan karakter dan budaya melalui pendidikan berbasis keistimewaan Yogyakarta, meliputi penguatan nilai budaya lokal, pelestarian bahasa, seni, tradisi, pendidikan karakter, etika sosial, hingga integrasi budaya dalam kurikulum pembelajaran.
Beliau juga menyampaikan bahwa kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas instansi pendidikannya. Oleh karena itu, para guru diminta untuk aktif menyampaikan berbagai persoalan pendidikan kepada pihak legislatif maupun eksekutif agar dapat menjadi bahan pengambilan kebijakan. Dalam kesempatan tersebut beliau juga mengingatkan bahwa kekacauan digital dapat memengaruhi pola berpikir anak apabila tidak diimbangi dengan pendidikan karakter dan pendampingan yang baik.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Duwi Paryanto dengan tema Interactive Flat Panel (IFP). Materi yang disampaikan meliputi pengertian IFP, pengenalan fitur-fitur IFP, hingga berbagai keuntungan penggunaan papan interaktif digital dalam pembelajaran modern.
Pada sesi praktik, peserta diajak mencoba langsung penggunaan IFP yang memiliki layar sentuh layaknya perangkat Android dengan ukuran lebih besar. Peserta mempraktikkan berbagai fitur seperti membagi layar menjadi dua bagian agar dapat digunakan dua siswa sekaligus, menulis secara digital, menghapus tulisan, hingga penggunaan multi-touch yang memungkinkan banyak sentuhan dalam satu waktu.
Agar lebih interaktif, peserta kemudian dibagi menjadi 10 kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang. Setiap kelompok diberikan waktu 30 menit untuk membuat bahan presentasi yang nantinya dipresentasikan langsung menggunakan perangkat IFP. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan antusias karena para peserta dapat merasakan langsung pengalaman pembelajaran digital yang inovatif dan aplikatif untuk diterapkan di sekolah masing-masing.


EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!