Yogyakarta, 21 September 2026 — SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta melaksanakan Rapat Dinas dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) pada Senin, 21 September 2026.
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Fitri Sari Sukmawati, M.Pd., mengajak seluruh GTK untuk membangun suasana kerja yang positif dengan mengedepankan sikap saling memaafkan serta berfokus pada solusi dalam menghadapi berbagai persoalan. “Marilah kita saling memaafkan dan fokus pada solusi dari setiap masalah yang dihadapi. Dengan saling memaafkan, kita dapat membangun positive vibes di lingkungan sekolah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilannya lolos dalam seleksi beasiswa non-gelar LPDP di bawah naungan Direktorat KSPSTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program pendidikan non-gelar tersebut akan ditempuh di Tsinghua University, China pada tahun 2026. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan wawasan kepemimpinan pendidikan di lingkungan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Agenda berikutnya adalah sosialisasi visi dan misi baru SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang telah disusun oleh Tim Pengembang Kurikulum dengan pendampingan dari Pusat Kurikulum. Visi baru sekolah tersebut adalah: “Terwujudnya Kader Muhammadiyah yang Berimtaq, Berpikir Kritis, Mandiri, Berwawasan Global, dan Berjiwa Entrepreneur.”
Visi tersebut menjadi arah pengembangan sekolah dalam menyiapkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kekuatan iman dan takwa, tetapi juga mampu berpikir kritis, mandiri, memiliki wawasan global, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Implementasi visi tersebut diharapkan dapat menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah melalui proses pembelajaran, pembinaan karakter, kegiatan kesiswaan, budaya sekolah, serta berbagai program pengembangan diri peserta didik.
Rapat dinas juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada GTK SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang magister (S2) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Penghargaan diberikan kepada M. Lutfi, M.Pd. dan Anggraeni Putri Rahayu, S.Pd.I. atas keberhasilan menyelesaikan studi S2 di UAD.

Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan sekolah terhadap semangat GTK dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas profesional. Peningkatan kualifikasi akademik diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Kegiatan dilanjutkan dengan arahan dan pembinaan yang disampaikan oleh Bapak Drs. Gita Danu Pranata, M.M., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY.
Dalam pembinaannya, beliau menyampaikan materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), khususnya subbab Pedoman Hidup Islami Pegawai Amal Usaha Muhammadiyah. Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya memahami posisi bekerja di AUM bukan semata-mata sebagai aktivitas mencari penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian dan perjuangan dakwah Muhammadiyah.
Prinsip tersebut antara lain tercermin dalam ungkapan yang sangat dikenal dalam lingkungan Muhammadiyah: “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.” Ungkapan yang dinisbatkan kepada KH. Ahmad Dahlan tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya keikhlasan, kerelaan, dan semangat pengabdian dalam menjalankan amanah di Persyarikatan Muhammadiyah. Dalam sejarah Muhammadiyah, perjuangan dakwah juga dibangun melalui semangat beramal untuk kepentingan umat dan menjalankan amar ma'ruf nahi mungkar. Namun demikian, sebagai pegawai AUM, GTK juga memiliki hak untuk memperoleh kesejahteraan dan hak-hak lain yang layak. Karena itu, semangat pengabdian perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan hak dan kesejahteraan pegawai secara proporsional.
Mengimplementasikan QS. An-Najm Ayat 39. Pembinaan juga mengajak GTK untuk merefleksikan QS. An-Najm ayat 39, yang mengajarkan bahwa manusia memperoleh sesuai dengan apa yang telah diusahakannya. Pesan tersebut relevan dengan kehidupan seorang pegawai AUM. Setiap amanah, tugas, dan pekerjaan perlu dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, profesional, dan penuh tanggung jawab. Pengabdian kepada Muhammadiyah tidak berarti mengabaikan profesionalitas, melainkan justru mendorong setiap warga AUM untuk memberikan usaha terbaik sesuai dengan amanah yang diterima.
Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, peningkatan kompetensi, pelayanan yang baik kepada peserta didik, loyalitas terhadap Persyarikatan, serta kesediaan untuk terus belajar dan melakukan perbaikan. Rapat dinas dan pembinaan GTK SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian seluruh GTK. Dengan kebersamaan dan orientasi pada solusi, seluruh warga sekolah diharapkan dapat bergerak bersama mewujudkan visi sekolah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan Persyarikatan Muhammadiyah.

EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!