Yogyakarta, 3 Agustus 2026 – Dalam rangka memperingati Milad ke-73 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) melaksanakan kegiatan Rihlah Ideologi Muhammadiyah pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Milad yang bertujuan memperkuat pemahaman sejarah, nilai-nilai perjuangan, serta semangat berkemajuan yang diwariskan oleh para tokoh Muhammadiyah.
Pada hari tersebut, kegiatan pembelajaran di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta diselesaikan lebih awal, yaitu pukul 10.10 WIB. Setelah pembelajaran berakhir, para siswa melanjutkan persiapan menghadapi Lomba Pawai Milad dan berbagai perlombaan antarkelas yang akan diselenggarakan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Sementara itu, seluruh GTK berangkat dari kampus SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada pukul 11.00 WIB menuju Museum Muhammadiyah Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu menunaikan salat Zuhur berjamaah. Setelah itu, peserta dibagi menjadi dua kelompok agar proses kunjungan museum berlangsung lebih nyaman dan kondusif.
Di Museum Muhammadiyah, para peserta diajak menyusuri perjalanan panjang sejarah Muhammadiyah sejak masa sebelum organisasi ini berdiri, masa perjuangan menjelang kemerdekaan Indonesia, hingga perkembangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan pada era modern. Berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di museum memberikan pengalaman belajar yang menarik sekaligus membangkitkan rasa bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.

Salah satu daya tarik museum adalah globe cekung interaktif yang dapat dipindai menggunakan aplikasi pada telepon pintar. Melalui teknologi Augmented Reality (AR), pengunjung dapat menikmati tampilan visual tiga dimensi yang menampilkan informasi sejarah dan perkembangan Muhammadiyah secara lebih hidup dan menarik.
Selain itu, museum juga menyimpan berbagai koleksi penting, seperti naskah dan buku-buku lama karya tokoh Muhammadiyah, dokumentasi perkembangan organisasi dari masa ke masa, profil para tokoh Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom), serta perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di berbagai bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan dakwah. Berbagai perabot, alat perjuangan, perlengkapan dakwah, hingga benda-benda bersejarah yang pernah digunakan dalam perjalanan Muhammadiyah turut menjadi saksi bisu semangat perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban bangsa.

Usai mengunjungi museum, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Makam KH Ahmad Dahlan yang berada di TPU Karangkajen, Jalan Karangkajen, Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta. Kompleks makam ini menjadi salah satu situs sejarah penting karena menjadi tempat peristirahatan terakhir pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Di kompleks pemakaman tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai tata letak makam para tokoh Muhammadiyah. Sebagian besar makam menggunakan sistem pemakaman keluarga secara bersama dalam satu petak makam. Namun terdapat lima makam tokoh yang berdiri secara khusus dan terpisah sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, yaitu KH Ahmad Dahlan, KH Ibrahim, KH Badawi, KH Noor, serta Siti Aisyah Hilal.

Kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi bagi seluruh GTK untuk mengenang perjuangan para pendahulu Muhammadiyah dalam membangun pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial bagi masyarakat. Semangat keteladanan, keikhlasan, dan pengabdian yang diwariskan para tokoh diharapkan dapat terus menginspirasi seluruh keluarga besar SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam menjalankan amanah pendidikan.
Rangkaian rihlah ditutup dengan pelaksanaan salat Asar berjamaah di Masjid Jami' Karangkajen, yang terletak tidak jauh dari pintu masuk kompleks makam KH Ahmad Dahlan. Kebersamaan dalam ibadah menjadi penutup yang sarat makna, sekaligus menguatkan komitmen seluruh GTK untuk terus menghidupkan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam setiap langkah pengabdian.
Melalui kegiatan Rihlah Milad ke-73 ini, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tidak hanya memperingati perjalanan usia sekolah, tetapi juga memperkokoh jati diri sebagai sekolah Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemajuan, dan pengabdian kepada umat serta bangsa. Semangat perjuangan para pendiri Muhammadiyah diharapkan menjadi inspirasi dalam mewujudkan generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!