Yogyakarta – SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan pendidikan berwawasan global. Pada Jumat (5/6/2026), sekolah yang dikenal sebagai SMA Muga ini resmi dilaunching sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin (Mandarin Learning Center) di bawah naungan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Peresmian yang berlangsung di Aula KH Ahmad Dahlan Kampus 3 SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta tersebut dihadiri berbagai tokoh pendidikan nasional dan Muhammadiyah, di antaranya Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah H. Didik Suhardi, Ph.D., Tenaga Ahli Kemdikdasmen M. Sofyan, M.T., jajaran Majelis Dikdasmen Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, kepala sekolah SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta, serta mitra internasional dari UPER China dan Matahari Global Edu (MGE).
Kepala SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Fitri Sari Sukmawati, M.Pd., dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menyampaikan bahwa pengembangan kelas Bahasa Mandarin telah dijalankan selama satu tahun terakhir sebagai bagian dari upaya internasionalisasi sekolah. "Kami telah memulai Mandarin Class dalam pembelajaran selama satu tahun terakhir. Ke depan, pendidikan bilingual menjadi salah satu program unggulan yang akan terus kami kembangkan sebagai langkah menuju sekolah berwawasan internasional. Amanah sebagai pusat pembelajaran Bahasa Mandarin ini tentu tidak ringan, namun kami optimistis dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Muhammadiyah dan masyarakat," ujarnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan oleh Majelis Dikdasmen & PNF PWM DIY yang diwakili oleh Reni Herawati. Menurutnya, penguasaan Bahasa Mandarin menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia dalam menghadapi dinamika global. "Bahasa Mandarin saat ini memiliki peran penting dalam dunia pendidikan, bisnis, dan kerja sama internasional. Dengan adanya pusat pembelajaran ini, kami berharap lulusan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta memiliki peluang yang lebih besar untuk menjalin kerja sama dan meraih kesempatan pendidikan maupun karier di tingkat global," katanya.

Sementara itu, pendiri UPER China, Mr. Eric, yang menyampaikan sambutannya dalam Bahasa Mandarin dan diterjemahkan oleh Guru Bahasa Mandarin SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Vera, menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya pusat pembelajaran tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tiongkok saat ini menjadi salah satu mitra strategis Indonesia dalam berbagai bidang. Melalui kerja sama pendidikan yang dibangun, siswa Indonesia akan memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi di Tiongkok, termasuk berbagai program beasiswa yang tersedia. "Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari perjalanan ini. Pendidikan di Tiongkok memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya dengan biaya hidup yang relatif lebih terjangkau. Kami berharap pusat pembelajaran ini menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk meraih peluang internasional," ungkapnya.

Sambutan sekaligus Pengarahan oleh H. Didik Suhardi, Ph.D., yang dilanjutkan dengan penendatanganan MoU. Dalam arahannya, Didik Suhardi menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing merupakan kompetensi penting yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global. "Bahasa merupakan salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki generasi masa depan. Banyak peluang kerja sama dengan Tiongkok yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak kita. Di Indonesia juga terdapat banyak perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan bahasa dan wawasan internasional yang baik," tuturnya.

Penetapan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebagai Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Muhammadiyah menjadi tonggak baru dalam penguatan kualitas pendidikan Muhammadiyah yang adaptif terhadap perkembangan global. Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik dan berkarakter Islami, tetapi juga memiliki kompetensi bahasa serta kesiapan untuk bersaing di tingkat internasional.

Dengan hadirnya Mandarin Learning Center, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang terus berinovasi dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia yang berdaya saing global.

EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!