Milad Muhammadiyah ke-117, diperingati keluarga besar SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta dengan mengadakan kegiatan pengajian bersama pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan yang ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bentuk refleksi serta penguatan nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah.
Acara diawali dengan pembukaan dan tadarus bersama yang dipimpin oleh Bapak Alfatih, S.Hum. Pada kesempatan tersebut, peserta bersama-sama membaca Surah Al-Ma’un dan Surah Al-Kautsar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang menambah semangat kebersamaan seluruh peserta.
Sambutan sekaligus arahan disampaikan oleh Kepala Sekolah Fitri Sari Sukmawati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian Milad Muhammadiyah dan mengajak seluruh guru untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana meningkatkan amanah dalam bekerja dan berdakwah melalui pendidikan. Beliau juga mengutip kandungan Surah Al-Anfal tentang pentingnya menjaga amanah dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya hingga akhir kehidupan. Selain itu, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh bapak dan ibu guru yang telah hadir mengenakan seragam Forum Guru Muhammadiyah (FGM) dan siap mengikuti pengajian dengan penuh semangat. “Kita semua memiliki amanah untuk melaksanakan tugas-tugas pendidikan dengan tuntas hingga nantinya mendapatkan husnul khatimah,” tutur beliau dalam arahannya.
Pengajian inti disampaikan oleh Muh. Fatkul Mubin, S.Ag., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, beliau mengawali dengan pertanyaan penyemangat kepada peserta mengenai alasan didirikannya Muhammadiyah. Beliau menjelaskan bahwa Muhammadiyah didirikan oleh Ahmad Dahlan untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar serta mengembalikan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.
Beliau juga menyampaikan bahwa salah satu ayat yang dikenal sebagai “Surat Muhammadiyah” adalah Surah Ali Imran ayat 104 yang berisi ajakan untuk menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Selain itu, Surah Al-Ma’un juga menjadi landasan penting dalam gerakan Muhammadiyah, terutama dalam menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.
Dalam ceramahnya, beliau menceritakan perjuangan Ahmad Dahlan yang dahulu mendirikan sekolah sederhana di rumahnya. Namun kini, perkembangan sekolah Muhammadiyah sangat pesat, mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, bahkan telah berkembang hingga ke luar negeri.
Beliau juga mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil sebagaimana yang dicontohkan oleh Ahmad Dahlan ketika belajar Islam di Makkah. Para guru pun diajak untuk meniatkan diri agar kelak tetap dapat mengajarkan Al-Qur’an meskipun sudah memasuki masa pensiun.
“Yang menilai kita adalah orang lain, dan yang menilai sekolah adalah masyarakat. Promosi besar-besaran tidak akan berarti jika pelayanan dan kualitas sekolah tidak sesuai harapan,” pesan beliau kepada seluruh peserta. Selain itu, beliau menekankan pentingnya melawan godaan hawa nafsu dan bisikan jin qarin yang selalu mengajak manusia menjauh dari Allah SWT. Oleh karena itu, melakukan kebaikan memang terkadang terasa berat dan perlu dibiasakan serta dipaksakan agar menjadi kebiasaan yang baik.
Di akhir pengajian, beliau memberikan motivasi kepada guru Ismuba agar terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa melalui kegiatan tahsin rutin. Harapannya, beberapa tahun ke depan seluruh siswa lulusan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil sebagai nilai unggul sekolah.
Kegiatan pengajian Milad Muhammadiyah ke-117 ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diharapkan mampu menambah semangat dakwah serta pengabdian seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah.
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!