SMA Muhammadiyah 3 Hadir dalam seminar pendidikan Launching Muhammadiyah Balanced Scorecard dan Penandatanganan MOU Marshall Cavendish Education di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Seminar berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026 di Ghra Sakinah. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Fitri Sari Sukmawati, M.Pd, Diah Wulandari, S.Pd selaku wakil kepala sekolah urusan sarana dan prasarana serta Yuli Astuti, M.Pd. selaku wakil kepala sekolah urusan humas.
Kegiatan seminar dilaksanakan mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 13.00.
Acara dibuka dengan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia raya, Mars Muhammadiyah. Selanjutnya disambung dengan laporan ketua penyelenggara dari Majelis dikdasmen PNF PWM DIY. Dalam sambutannya Ahmad Muhammad M.AG selaku ketua penyelenggara seminar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian 3 kegiatan sekaligus diantaranya Seminar pendidikan dengan tema penilaian kinerja berbasis KPI, kemudian Lounching Muhammadiyah Balanced Scorecard serta penandatangan MOU dengan marshall cavendish Singapura. Menurut Ahmad Muhammad, kegiatan ini bisa memberi penguatan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah menuju sekolah unggul dan sekaligus menguatkan pembelajaran berbasis koding dan AI serta diharapkan sekolah bisa menggunakan penilaian kinerja disemua lini.
Selanjuntnya dirangkai dengan sambutan dari bapak Didik Suhardi, Ph.D selaku ketua Majelis dikdasmen PNF PP Muhammadiyah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa menyambut baik kegiatan lounching yang dilaksanakan dan tentang KPI ( key perfomen Indokator) atau indikator kinerja Utama diharapkan jangan satu satunya yang digunakan untuk mengukur dalam sekolah Muhammadiyah. Beliau menjelaskan bahwa sekolah bisa menggunakan indikator kualitatif yang lain yang menunjukkan keunggulan lain yang penting yang ditonjolkan dalam sekolah Muhammadiyah. Kualitatif tetap bisa digunakan untuk mengukur nilai nilai strong point yang lain dari satuan pendidikan.
Acara disambung dengan sambutan dari Ketua PWM DI. Yogyakarta bapak Dr. Muhammad Ikhwan Ahada, M.A beliau menyampaikan bahwa seminar pendidikan sering dilakukan dan ketika seminar pendidikan ini sangat erat kaitannya dengan ilmu. Allah menyebut kata ilmu dalam Alquran dan ilmu sebagai entitas yang sangat tinggi dalam keagamaan kita. Allah menyebutkan kata ilmu sebanyak 800 kali dalam Alquran. Maka ilmu harus mampu mengantarkan manusia ke adaban yang lebih tinggi dan lebih manfaat.
Dr. Muh Ikhwan Ahada, M.A menjelaskan bahwa KH Ahmad dahlan memberi inspirasi kepada kita semua bahwa Ilmu harus berdasar tauhid , dan pendidikan tidak boleh menjadikan manusia menjadi sombong dan diharapkan agar ilmu menuntun manusia beramal sholeh di dunia.
Acara inti, yaitu seminar pendidikan dengan mengundang narasumber Muhammad Sayuti, M.Pd, M.Ed, Ph.D selaku sekertaris PP Muhammadiyah dan Prof Dr. Toni Toharudin, M.Sc Kepala Badan Kebijakan pendidikan dasar dan menengah kemendikdasmen.
Seminar dilakukan secara panel disampaikan oleh Muhamamd Sayuti, M.Pd, M.Ed, Ph.D. Dalam paparanya pak Sayuti menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah salah satu satunya yang mempunyai fikih Tatakelola diputuskan dalam musyawarah nasional muhammadiyah ke 27.
Beliau sepakat Muhammadiyah menggunkan KPI karena organisasi harus diurus dengan baik dan AUM juga harus di urus dengan baik. Maka jika ingin AUM maju, maka PWM juga harus berbedah diri sehingga harus ada progres yang baik bersamaan.Kinerja AUM harus berbarengan dengan kinerja persyarikatan sehingga Muhammadiyah harus berubah menjadi organisasi yang reformatif dan berkemajuan.
Maka di akhir materinya beliaunya menyampaikan bahwa beliau mendukung transformasi PWM DIY tentang program KPI agar semua terukur dan berdampak.
Pemateri kedua adalah Prof Toni Toharudin, M.Sc. Beliau menyampaikan tentang arah kebijakan penguatan penjaminan mutu pendidikan. Diawal materi yang disampaikan adalah sangat mendukung KPI yang dilaksanakan PWM karena ini menjadi terobosan visioner kedepan dan diharapkan indikator yang ditetapkan sangat komprehensif. PWM sangat sejalan dengan mejelis dikdasmen dan pengambilan keputusan berbasis data ini sangat penting untuk melaksanakan tata kelola sesuai target yang kita tetapkan.
Menurut beliau mutu pendidikan harus dibangun melalui sistem yang kuat dengan penjaminan mutu.
Sistem Penjaminan Mutu Internal bertujuan membangun mutu disekolah melalui proses evaluasi dan perbaikan secara sistematis, partisipatif dan berkesinambungan.
Setiap sekolah diharapkan meningkatkan kualitas secara bertahap, tidak perlu muluk muluk. Sekolag harus mulai dari awal target kita apa, maka penggunaan KPI adalah alat untuk mengukur termasuk mengukur yang kualitatif.
Prof Toni Menjalaskan bahwa saat ini dikdasmen sedang fokus pada sitem penjaminan mutu internal dan sistem penjaminan mutu eksternal. SPMI ini menjadi jantung dari institusi pendidikan. SPMI pada dasarnya adalah membangun budaya mutu. Budaya mutu sangat berbeda dengan budaya kepatuhan. Budaya kepatuhan yang budaya administratif.
Penjaminan mutu harus berpusat pada peserta didik, harus partisipasif, sekolah harus mengenali kelemahan dan keunggulannya sendiri serta berbasis data.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan ditutup bersama. Semoga dengan keikut sertaan seminar ini nenambah wawawan kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan bisa dilaksanakan disatuan pendidikan.



EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!