Yogyakarta – Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MOEGA sukses melaksanakan kegiatan praktik lapangan tahun ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Nature Blueprint: Inovasi Sains untuk Keberlangsungan Peradaban”. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan diikuti oleh seluruh anggota KIR sebagai bagian dari pembelajaran berbasis observasi langsung di lapangan.
Praktik lapangan dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu Desa WotaWati, Kapanewon Girisubo, serta Pantai Ngandong, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi kajian ilmiah yang sangat relevan dengan pengembangan penelitian siswa, khususnya dalam bidang geografi, lingkungan, dan sains terapan.
Di Desa WotaWati, peserta melakukan pengamatan terhadap kondisi geografis dan potensi wilayah. Desa ini memiliki keunikan berupa fenomena penyinaran matahari yang datang lebih lambat dan tenggelam lebih cepat akibat diapit oleh perbukitan. Selain itu, wilayah ini secara geologis merupakan bagian dari lembah Bengawan Solo purba, yang memberikan nilai penting sebagai objek kajian sejarah alam. Peserta juga mengamati perkembangan desa wisata dengan konsep arsitektur klasik bernuansa Majapahit dan Mataram yang tampak pada bangunan rumah warga.
Sementara itu, di Pantai Ngandong, peserta melakukan observasi ekosistem pesisir. Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang bersih, air laut yang jernih, serta keberadaan perahu nelayan tradisional yang menambah nilai kearifan lokal. Saat air laut surut, siswa dapat mengamati langsung berbagai biota laut seperti ikan kecil, bintang laut, moluska, serta vegetasi laut yang hidup di sela-sela terumbu karang. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam memahami interaksi antara komponen biotik dan abiotik di lingkungan pesisir.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga mencatat data, mendokumentasikan temuan, serta berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis fenomena yang dijumpai. Kegiatan ini sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama tim, serta kemampuan menyusun laporan ilmiah.
Panitia pelaksana menyampaikan bahwa praktik lapangan ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran KIR yang menekankan pada pengalaman langsung (experiential learning). Dengan terjun langsung ke lapangan, siswa diharapkan mampu mengaitkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lingkungan.
Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Peserta diharapkan dapat menjaga sikap, etika, serta mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung.
Melalui praktik lapangan ini, KIR MOEGA berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan mampu berkontribusi dalam menciptakan inovasi sains yang bermanfaat bagi keberlangsungan peradaban
EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!