Langkah awal dimulai dengan kunjungan ke stasiun televisi legendaris di Yogyakarta yaitu TVRI, dimana seluruh anggota diajak mengintip langsung dapur penyiaran dari awal hingga akhir. Rangkaian kegiatan di destinasi pertama ini berfokus memaparkan pengenalan mendalam mengenai TVRI, visi-misi mereka sebagai media publik dan bagaimana peran startegis stasiun ini dalam menyampaikan informasi edukatif kepada masyarakat dari masa ke masa. Setelah mendapatkan gambaran umum mengenai TVRI, agenda berlanjut ke bagian studio tour untuk mengintip langsung dapur penyiaran dan disampaikan secara rinci. Disini, seluruh anggota LPM diajak melihat kesibukan ruang redaksi saat menggodok berita hangat, membedah kecanggihan ruang kontrol yang dipenuhi monitor rumit, hingga merasakan langsung atmosfer studio utama yang megah lengkap dengan set tata panggung dan kamera pemancar besar. Setiap menjelajahi aspek produksi media layar kaca diselingi dengan sesi tanya jawab, sehingga tour ini menjadi sangat interaktif dan dinamis. Para anggota secara aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis yang semuanya dijawab penuh wawasan oleh pihak tour guide sekaligus pekerja di penyiaran TVRI.
?Usai menyerap banyak ilmu jurnalistik formal, perjalanan berlanjut ke destinasi kedua, yaitu Suraloka Interactive Zoo. Kunjungan kedua ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana refreshing untuk melepas penat ditengah suasana alam yang asri dan sejuk, melainkan juga dikemas sebagai ruang belajar terbuka lewat konsep belajar sambil bermain. Di tengah keseruan berinteraksi dengan berbagai satwa unik, para anggota justru ditantang melalui tugas kelompok interaktif yang seru dan memicu kreativitas. Tugas tersebut mewajibkan setiap tim berburu konten secara langsung di lapangan, seperti membuat mini-vlog edukasi satwa yang kasual, membuat live report sebagai bahan ajaran praktik ketika di lapangan. Suasana belajar ini mengajarkan seluruh anggota LPM untuk mengetahui gambaran pekerjaan jurnalistik ketika praktik di lapangan. Melalui pendekatan yang menyenangkan ini, seluruh rangkaian agenda berhasil memadukan teori penyiaran yang terstruktur dengan praktik lapangan yang santai namun tetap banyak memuat edukasi.

EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!