Yogyakarta, 7 Oktober 2026 — SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali mengikuti kegiatan Pendampingan Sekolah Model PM KKA Tahap IV yang dilaksanakan secara luring selama dua hari, Selasa–Rabu, 6–7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam penguatan implementasi pembelajaran dan pengembangan sekolah melalui pendampingan bersama tim dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), PWM DIY, serta perguruan tinggi.
Pada hari pertama, Selasa (6/10), kegiatan diawali dengan pemaparan sejumlah laporan TET (Training, Eksplorasi, dan Tindak lanjut) yang telah dilaksanakan oleh SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Tim PM KKA mempresentasikan hasil kegiatan secara bergantian, mulai dari laporan TET penyusunan Best Practice dan Lesson Study, laporan TET Literasi AI Camp, hingga laporan TET Pelaksanaan 7 KAIH (Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.
Selain itu, peserta juga mempresentasikan laporan Internalisasi Nilai ISMUBA di lingkungan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Berbagai laporan tersebut menjadi bahan refleksi dan evaluasi terhadap praktik-praktik yang telah dilakukan sekolah dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan karakter peserta didik.
Setelah jeda makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian KEMUDI yang diberikan oleh tim Puskurjar. Peserta mengikuti kegiatan dengan aktif sebagai bagian dari proses evaluasi dan pemetaan terhadap pelaksanaan program yang telah berjalan di sekolah.
Penguatan Perangkat Pembelajaran dan KSP
Pada hari kedua, Rabu (7/10), pendampingan berfokus pada penguatan penyusunan perangkat pembelajaran. Peserta mendapatkan materi mengenai penuangan Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) ke dalam perencanaan pembelajaran.

Dalam sesi ini, peserta bersama-sama melakukan telaah dan pembenahan terhadap perangkat pembelajaran agar semakin selaras dengan prinsip perencanaan pembelajaran yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.
Tidak hanya perangkat pembelajaran, pendampingan juga dilanjutkan dengan pembenahan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah penuangan baseline sebagai dasar dalam pengembangan dan penyusunan program sekolah.
Seluruh rangkaian pendampingan pada hari kedua berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Peserta mengikuti setiap sesi dengan aktif dan melakukan berbagai penyempurnaan berdasarkan masukan dari tim pendamping.
Pendampingan Terakhir, Komitmen untuk Berkelanjutan
Pendampingan Sekolah Model PM KKA Tahap IV ini menjadi pendampingan terakhir dari tim Puskurjar Jakarta bagi SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Berakhirnya pendampingan bukan menjadi akhir dari proses pengembangan, melainkan menjadi momentum bagi sekolah untuk melanjutkan dan mengembangkan berbagai praktik baik yang telah diperoleh selama program berlangsung.
SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta berkomitmen untuk terus meneruskan berbagai inovasi dan praktik baik yang telah dilaksanakan, khususnya dalam penguatan pembelajaran, pengembangan perangkat pembelajaran, literasi AI, Lesson Study, penguatan karakter melalui 7 KAIH, serta internalisasi nilai ISMUBA.
Melalui pendampingan ini, diharapkan seluruh pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik yang telah diperoleh dapat terus diimplementasikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!