Yogyakarta, 27 Juli 2026 – SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan Upacara Bendera Hari Senin yang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Lantai 2 Gedung Ahmad Dahlan, Senin (27/7/2026). Upacara diikuti oleh seluruh murid kelas X dan XI, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Petugas upacara pada kesempatan kali ini adalah peserta didik dari kelas XI F1 dan XI F2 yang telah menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, pembaca doa, hingga pembaca Kalam Ilahi.
Bertindak sebagai Pembina Upacara, Bapak Opissen Yudiayus, S.E., menyampaikan amanat yang mengangkat kandungan Surah Ad-Dhuha, sejalan dengan ayat suci Al-Qur'an yang sebelumnya dibacakan oleh petugas pembaca Kalam Ilahi. Beliau mengajak seluruh peserta upacara untuk memahami bahwa Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Bapak Opissen menjelaskan bahwa Surah Ad-Dhuha merupakan surah yang diturunkan Allah Swt. untuk menghibur dan menguatkan hati Nabi Muhammad saw. ketika beliau merasa sedih karena wahyu sempat terhenti. Melalui surah ini, Allah menegaskan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan hamba-Nya dan senantiasa memberikan pertolongan kepada orang-orang yang beriman. Beliau menguraikan beberapa hikmah penting dari Surah Ad-Dhuha yang sangat relevan bagi kehidupan para pelajar.
Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Sebagaimana firman Allah pada ayat ketiga, "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau dan tidak pula membencimu." Pesan ini mengajarkan agar peserta didik tidak mudah berputus asa ketika menghadapi kesulitan belajar, memperoleh nilai yang kurang memuaskan, ataupun mengalami berbagai tantangan dalam kehidupan. Setiap ujian merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Masa depan akan lebih baik apabila terus berusaha dan bertawakal. Pada ayat keempat Allah menjelaskan bahwa kehidupan yang akan datang lebih baik daripada yang sekarang. Hal ini menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus belajar, meningkatkan prestasi, memperbaiki akhlak, dan tidak cepat menyerah karena kesempatan untuk menjadi lebih baik selalu terbuka.
Bapak Opissen juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan nilai-nilai Surah Ad-Dhuha sebagai semangat dalam belajar dan berprestasi. Menurut beliau, keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keimanan, akhlak, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta rasa syukur kepada Allah Swt.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga selesai. Melalui kegiatan rutin ini, SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta terus berkomitmen membangun budaya sekolah yang religius, disiplin, dan berkarakter, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam iman, dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

EN
ID
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!